Wisata Jawa Timur
Blog ini berisi tentang berbagai macam tempat wisata yang ada di propinsi Jawa Timur. Eits, jangan disangka blog ini cuman isinya gambar-gambar yang monoton ya guys, tapi disini penulis juga akan menjelaskan tentang sejarah, mitos, dan berbagai seluk-beluknya pesona wisata yang ada di Jawa Timur. So, happy enjoy it daaaaan jangan lupa kunjungi wisata-wisata berikut yak :). OJO NING OMAH WAE, JAWA TIMUR IKU INDAH BEH :D
Senin, 27 Maret 2017
Jumat, 17 Maret 2017
Ranu Kumbolo, Surga Tersembunyi Di Kaki Mahameru
Hai Hai Dolaners, kali ini mimin akan bahas
surganya Jawa Timur yaaak. Kuy simak dengan baik :)
Saat ini, aktivitas mendaki atau hiking sedang banyak diminati oleh para wisatawan. Tidak dipungkiri hal ini juga karena dampak sebuah film layar lebar yang diangkat dari novel best seller “5 CM”. Gara-gara film 5 CM ini, aktivitas hiking yang dulunya dianggap berbahaya dan membutuhkan training khusus, seolah terlihat mudah. Terlebih lagi di film ini menyuguhkan sinematografi keindahan Gunung Semeru yang selama ini tak banyak diketahui orang.
Meledaknya film ini membuat banyak orang berbondong-bondong untuk mendaki Gunung Semeru. Pendakian mereka tidak semua sampai puncak. Kebanyakan mereka mendaki hingga sampai Ranu Kumbolo, kemudian berkemping di sana.
Ranu Kumbolo adalah sebuah danau air tawar yang sering menjadi tempat
transit bagi para pendaki Gunung Semeru. Terletak di ketinggian 2.400 mdpl,
Ranu Kumbolo juga merupakan sumber air bersih bagi para pendaki. Dengan debit
air yang berlimpah, danau ini menjadi tempat berkumpul bari para pendaki untuk
berkemah.
Akses menuju Ranu Kumbolo
Ranu Kumbolo berlokasi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tepatnya di antara kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Bagi dolaners yang berada di luar Jawa Timur, dapat menggunakan jalur udara menuju Malang melalui bandara udara Abdurrahman Saleh. Namun jika Dolaners lebih menyukai perjalanan yang santai, dapat menggunakan kereta api menuju stasiun kota baru.
Setelah tiba di kota Malang, Dolaners bisa mencari angkutan umum menuju desa Tumpang kemudian berhenti di Terminal Tumpang. Perjalanan selanjutnya dapat Dolaners tempuh menggunakan mobil jeep (SUV) yang disewakan penduduk sekitar menuju Ranu Pani.
Hal-hal yang harus dipersiapkan
Sejujurnya, perjalanan wisata menuju Ranu Kumbolo ini bukanlah perjalanan yang mudah, malah dapat dikatakan perjalanan yang berat karena membutuhkan kekuatan fisik yang prima dan perbekalan yang cukup.
Disarankan bagi Dolaners yang ingin berwisata ke sini, paling tidak selama satu minggu sebelumnya latihan fisik terlebih daulu. Latihan fisik ini bisa berupa jogging, gym, lari, dan olahraga lain yang bisa meningkatkan daya tahan dan kekuatan tubuh Dolaners.
Selain fisik, siapkan foto kopi KTP sebanyak tiga lembar, surat
keterangan sehat dari dokter, dan materai. Di Ranu Pani nanti sebelum mendaki, Dolaners
akan diminta melakukan registrasi dengan menunjukkan dua surat ini. Hal ini
bertujuan untuk menjaga keamanan dan sebagai tindakan penyelamatan bisa terjadi
sesuatu yang buruk pada Dolaners saat perjalanan.
Hal terakhir yang harus Dolaners siapkan sebelum melakukan perjalanan
adalah peralatan mendaki seperti jaket (usahakan jaket tebal yang tahan air),
kaos kaki, sarung tangan, penutup kepala, penutup telinga, masker, sleeping
bag, tenda, makanan, dan air minum. Bawalah persediaan air yang cukup. Dolaners
juga bisa membawa coklat atau madu untuk membantu menambah stamina saat
perjalanan mendaki.
Perjalanan menuju Ranu Kumbolo
Tiket masuk ke Ranu Kumbolo kurang lebih 10.000 Rupiah per orang dan 20.000
Rupiah per tenda. Untuk mencapai Ranu Kumbolo, ada dua alternatif jalur
pendakian menuju Ranu Kumbolo yaitu melalui Watu Rejeng dan Bukit Ayek-ayek.
Jalur Watu Rejeng jauh lebih mudah ditempuh namun membutuhkan waktu yang lebih lama. Sedangkan melalui jalur Bukit Ayek-ayek, perjalanan jauh lebih cepat tetapi jalannya curam dan cukup berbahaya bagi pendaki pemula.
Dari pos pendaftaran di Ranu Pani, Dolaners akan melakukan perjalanan dengan
jalan kaki sejauh lima sampai tujuh kilometer menyusuri lereng bukit yang ditumbuhi
bunga edelweiss. Eits, meskipun bunga edelweiss ini tumbuh liar tetapi
sebaiknya Dolaners jangan memetik sembarangan. Karena bunga ini termasuk bunga
langka yang harus kita lestarikan.
Kemudian Dolaners akan tiba di Watu Rejeng, sebuah spot yang memiliki batuan terjal yang indah. Perjalanan Dolaners selanjutnya akan didampingi oleh pemandangan lembah dan bukit yang ditumbuhi pohon cemara dan pinus. Jika beruntung, Dolaners dapat melihat kepulan asap dari puncak Semeru. Perjalanan ini memakan waktu lima sampai tujuh jam, tergantung kekuatan fisik Dolaners. Sepanjang perjalanan, terdapat 4 pos peristirahatan yang dapat Dolaners gunakan bila lelah.
Sesampainya di Ranu Kumbolo, Dolaners dapat mendirikan tenda, dan berkumpul
bersama pendaki-pendaki lainnya. Jika cuaca cerah saat malam hari, Dolaners
bisa melihat gugusan bintang dalam galaksi bima sakti yang indah. Dan saat
matahari mulai terbit keesokan harinya, Dolaners bisa melihat keindahan
matahari terbit di balik dua bukit hijau yang dipadukan dengan beningnya air
danau.
Yang perlu Dolaners perhatikan ketika berada di sini
a. Air di danau Ranu Kumbolo sangat bersih dan jernih, sehingga bisa langsung diminum. Dolaners dilarang mandi, buang air dan berenang di danau ini.
b. Saat malam udara di Ranu Kumbolo bisa mencapai minus 5 derajat Celcius, oleh karena itu penting bagi Dolaners untuk membawa jaket khusus mendaki.
c. Bawalah kantong plastik sendiri khusus untuk tempat sampah. Jangan meninggalkan sampah di lingkungan ini meskipun hanya sebungkus permen.
Eeh, udah dulu ya man teman, mimin mau nugas dulu, sekian dulu bahasnya surganya Jawa Timur, kapan-kapan lagi. Okay? Byeeee
Senin, 27 Februari 2017
Gunung Budheg TULI(TULungagungIndah)
Hai..haii…apa…kabar gaess..
Kali ini kita akan membahas tempat
pariwisata di Kabupaten Tulungagung.
Kabupaten Tulungagung memang tidak ada habis-habisnya mengenai tempat
pariwisata. Tulungagung mempunyai penampakan alam yang beragam. Salah satunya
adalah pegunungan. Diantara pegunungan yang ada di Tulungagung terdapat sebuah
gunung yang saat ini lagi terkenal. Gimana nggak terkenal coba, My Trip My
Adventure aja pernah kesini, bukan hanya itu, Petualang cantik pun juga pernah
kesini juga loh..
Yapps…bener…gunung ini adalah gunung
budheg. Agak aneh ya namanya ?
Budheg dalam bahasa Tulungagung artinya
tuli gaes..
Gimana sih kok bisa dinamakan gunung budheg
? ini sejarahnya..
Konon menurut cerita para sesepuh di
kabupaten Tulungagung, ada seorang Jejaka bernama Joko Budeg yang keturunan
orang biasa dan Roro Kembangsore dari keluarga Ningrat. Joko Budeg sangat
mendambakan Roro Kembangsore menjadi pasangan hidupnya, karena Joko Budeg
mencintai Kembangsore dengan sepenuh hatinya.
Tetapi tentu saja keinginan ini tidak serta merta diterima begitu saja oleh Kembang Sore. Roro Kembangsore mau menerima lamaran Joko Budeg dengan persyaratan yang harus dipenuhi oleh Joko Budeg.
Joko Budeg mau bertapa 40 hari 40 malam di sebuah bukit, beralaskan batu dan memakai tutup kepala “cikrak” (alat untuk membuang sampah di Tulungagung) sambil menghadap ke Lautan Kidul. Joko Budeg menerima persyaratan ini, dan melaksanakan apa yag diminta oleh Roro Kembang Sore. Dan emaknya (ibuya) si joko ini memanggil joko tapi si joko tidak menjawab dan akhirnya dikutuk jadi batu.
Tetapi tentu saja keinginan ini tidak serta merta diterima begitu saja oleh Kembang Sore. Roro Kembangsore mau menerima lamaran Joko Budeg dengan persyaratan yang harus dipenuhi oleh Joko Budeg.
Joko Budeg mau bertapa 40 hari 40 malam di sebuah bukit, beralaskan batu dan memakai tutup kepala “cikrak” (alat untuk membuang sampah di Tulungagung) sambil menghadap ke Lautan Kidul. Joko Budeg menerima persyaratan ini, dan melaksanakan apa yag diminta oleh Roro Kembang Sore. Dan emaknya (ibuya) si joko ini memanggil joko tapi si joko tidak menjawab dan akhirnya dikutuk jadi batu.
Singkat cerita begitu gaes…
Itu
foto batu Joko Budhegnya gaes, maaf mimin ngambil dari google,,
Lalu dimana sih letak gunung budheg itu ?
ini jawabnya…
Gunung budheg terletak di Kecamatan
Boyolangu, Kabupaen Tulungagung Jawa Timur. Gunung budheg sendiri memiliki
tinggi sekitar 671 mdpl gaes.
Terus, apa saja sih yang bisa kita lakukan disana
min ?
Jawabnya pati banyak lah. Kita bisa ngecamp
disana. Tapi untuk bisa ngecamp di puncaknya kita butuh perjuangan juga loh.
Emang sih nggak terlalu tinggi, tapi tracknya itu looh…kadang ada yang nanjak
da nada juga sih yang landau, tapi dijamin seru kok gaes.
Ini
ceritanya mimin lagi mau encamp di puncak
Ini
waktu udah diriin tenda dan kehujanan..
Oh
ya.. bukan hanya ngecamp gaes, kita bisa menikmati sunset dan sunrisenya juga
loh…duh berasa disemeru deh pokoknya. Selain itu kita juga bisa menikmati
negeri diatas awan juga..
Ini
sunsetnya gaes….
Kasih arah buat kesana dong miiiin ….
Oh iya lupa. Oke..ini arah – arah menuju
kesana gaes.
Kita mulai dari titi 0km ya, ini sering di
sebut perempatan TT..hahaha. nah itu keselatan teruus..terus deh pokoknya sampe
ketemu perempatan pasar Boyolangu. Itu masih terus aja, nanti ada pom bensin
barat jalan,itu lurus dikit nanti ada perempatan gaes. Lalu belok ke kiri
samapai ada tulisan gunung budheg. Gampang kan. Sekarang sudah ada petunjuk
arahnya dijalan jalan gaes jadi lebih
gampang.
Cukup sekian ya gaes tenteng gunung budheg.
Ingat jadilah traveler yang ramah lingkungan.
Oke gaes bai..baiiii
Langganan:
Postingan (Atom)













